Minggu, 10 Januari 2010

PKI Bangkit lagi Lewat Facebook


Partai Komunis Indonesia (PKI), sebuah organisasi yang telah dilarang di Indonesia, hendak bangkit lagi. Kali ini PKI muncul di Facebook.

Lengkap dengan lambang palu arit, Partai Komunis Indonesia (PKI) seakan hidup kembali di situs jejaring sosial yang sangat populer di Indonesia itu. Demikian pengamatan detikcom, Sabtu (9/1/2010) setelah mendapatkan informasi dari pembaca.

PKI di Facebook ini menyebut dirinya sebagai Partai Komunis Indonesia 2010 (PKI 2010). Agaknya nama itu mau menunjukkan kebangkitan lagi sebuah partai dengan ideologi Komunisme di Indonesia pada tahun 2010.


Berikut adalah informasi soal PKI 2010 yang tertera di halaman tersebut:

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah partai politik di Indonesia yang berideologi komunis. Dalam sejarahnya, Kami PKI pernah berusaha melakukan pemberontakan melawan pemerintah kolonial Belanda pada 1926, mendalangi pemberontakan PKI Madiun pada tahun 1948 dan dicap oleh rezim Orde Baru ikut mendalangi insiden G30S pada tahun 1965.

Namun tuduhan dalang PKI dalam pemberontakan tahun 1965 tidak pernah terbukti secara tuntas, semua hanya tuduhan bahwa pemberontakan itu didalangi PKI. Pada kenyataanya kami memberikan fakta lain bahwa PKI tahun 1965 tidak terlibat, melainkan didalangi oleh Soeharto (dan CIA).

Dan kini 2010 kami bangkit kembali untuk meluruskan Sejarah.

Hidoep Rakjat!

Tidak jelas apakah Fan Page PKI 2010 di Facebook ini memang benar-benar serius atau hanya main-main saja. Diskusi yang nampak di halaman itu pun lebih banyak diwarnai saling adu mulut sesama pengunjung.
Detik.com

Read More...

Tradisi menyontek di kalangan Pelajar

”Saat ujian Fisika entar aku mau nyontek aja. Soalnya, aku belum belajar!” Inilah kata-kata dari seorang pelajar saat akan menghadapi ujian di sekolahnya. Memang, sangat sulit menghilangkan kebiasaan menyontek dalam setiap ujian. Hingga muncul teori, bahwa ujian adalah cara seseorang untuk mendapatkan jawaban yang bersumber darimanapun asal tidak ketahuan oleh pengawas atau pun guru, agar mendapatkan nilai yang maksimal.

Pentingkah menyontek dilakukan untuk mendapatkan nilai yang maksimal? Menyontek sudah mendarah daging pada setiap pelajar. Di sekolah merupakan tempat utama bagi para belajar untuk menghadapi ujian. Dari hal ini, mencontek merupakan tindakan yang sudah menjadi budaya para pelajar di sekolah. Dari tindakan ini, nantinya akan membuat para pelajar untuk berbuat curang dikehidupannya.

Mengapa para pelajar menyontek? Generalisasinya, untuk bersaing di sekolah agar mendapatkan prestasi yang baik. Banyak pelajar yang mencontek pada saat menghadapi ujian. Rata-rata nilai yang didapat oleh para plagiator (orang yang suka mencontek) selalu tinggi dari nilai yang sebenarnya. Apakah nilai palsu inilah yang akan dipertaruhkannya untuk mengukir masa depan? Tanpa mengetahui daya atau kemampuan intelektual yang sebenarnya.

Ada beberapa pelajar yang merasa dirugikan oleh tindakan ini, karena persaingan yang seharusnya mereka hadapi di sekolah adalah persaingan yang sehat dan jujur. Bukanya persaingan yang tidak sportif. Mereka berjuang mengorbankan pikiran, tenaga dan waktu dengan belajar. Namun, di lain sisi ada pelajar yang acuh terhadap pelajaran (menyontek). Meskipun pelajar yang belajar kadang kala memperoleh nilai yang lebih tinggi dari plagiator. Namun hal tersebut tetap merugikan beberapa pelajar.

Terbesit dari benak kita semua, bagaimana upaya untuk mengurangi tindakan menyontek? Menyontek sudah menjadi soulmate para pelajar, jadi sangat susah untuk dihilangkan dari life style para siswa, namun masih dapat dikurangi. Salah satu cara untuk mengurangi tindakan tersebut dimulai dengan orang tua, sekolah, teman dan diri sendiri. Yakinkan dan niatkan pada diri sendiri bahwa kita mampu bersaing dengan teman sekelas, dan rutin belajar. Peranan orang tua cukup memantau dan mendukung anaknya belajar di rumah dengan menambahkan elemen-elemen yang menunjang proses belajar mereka di luar sekolah atau bila perlu orangtua dapat memberikan sebuah gift atas prestasi anaknya. Untuk sekolah, terapkan metode belajar yang disenangi murid agar setiap pelajaran bermakna dan contextual. Untuk teman, biasakan membantu teman yang mengalami kesulitan dalam belajar di sekolah. Hal seperti inilah yang sebaiknya dilakukan agar tindakan menyontek dapat dikurangi.

Keberhasilan upaya tersebut bisa berjalan dengan baik, jika empat komponen tersebut saling mendukung. Namun pada dasarnya pelajar itu sendirilah yang dapat merubah dirinya sendiri untuk tidak mencontek. Bukankah kita semua tidak ingin disebut sebagai plagiator.

http://ardhie1188.multiply.com/journal/item/21

Read More...

Mengenang Masa SMA

SMA!!!! banyak orang yang lalu tersenyum atau bahkan cemberut saat mendengar kata itu banyak suka duka, pengalaman petualangan dan masih banyak hal yang bisa jadi bahan pembicaraan, banyak alasan kenapa bisa ketawa senyum senyum sendiri kalo dengar kata kata itu. mulai dari "sma adalah saat saat remajaku tumbuh kearah dewasa" juga ada yang bilang kalo "sma adalah waktu pertama kaliku pacaran" dan masih banyak hal lain yang mengkin mengingatkan kita pada suatu kejadian atau peristiwa yang pernah kita alami

kenangan itu begitu menyenangkan untuk kita ingat, ada sebagian yang ingin kembali kemasa masa itu. berkumpul berdiskusi saling tunjuk dan ada juga yang ingin kembali mengingat saat saat dia membuat kesalahan.
sejak dulu sampai sekarang belum berubah seperi apa orang menilai IPA & IPS so pasti semua juga ada pendapat atau opini sendiri sendiri dan berdasar pada suatu unsur atau sumber tertentu banyak yang menilai kalau IPA itu lebih baik dan biasanya penghuninya Pinter pinter atau dengan kata lain cerdas. dengan begitu IPS diartikan sebaliknya kumpulan siswa siswa nakal dan suka buat ulang bila di kelas
tidak sedikit yang beberapa siswa pandai yang menginginkan pindah ke IPS di anggap aneh,mulai dari ini itu pasti ada beberapa yang mempengaruhi sistem belajarnya
dengan adanya jarak pemisah itu berakibat pada prestasi yang berujung pada reputasi.
tapi itulah keunikan yang membuat kita mengenang masa masa SMA

Read More...
 

Kompul Bloger

Followers